30 April 1979 - 30 April 2006
30 April 2006

30 April 1979

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :’Sesungguhnya seseorang diantara kamu jika sedang shalat, berarti ia bermunajat kepada Robbnya’. (HR. Bukhari).
‘Aku (Allah) membagi shalat antara Aku dengan hamba-Ku dalam dua bagian. Bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika ia membaca : (segala puji bagi Allah Robb semesta alam), Allah ta’ala menjawab : "hamba-Ku memujiku". Jika ia membaca (maha pemurah lagi maha penyayang), Allah ta’ala menjawab ‘hamba-Ku menyanjungku’. Jika ia membaca : ‘(yang menguasai hari pembalasan). Allah ta’ala menjawab : ‘hamba-Ku mengagungkan-Ku". Jika ia membaca (hanya kepada engkau kami menyembah dan hanya kepada engkau kami mohon pertolongan), Allah ta’ala menjawab : ‘ini (urusan) antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Apabila ia membaca: (Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula) jalan mereka yang sesat). Allah ta’ala menjawab: "ini bagian hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta". (HR. Muslim).
‘Jadikanlah shalat dan sabarmu sebagai penolong’ (QS: Al Baqarah 45).
"Bacalah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu AI kitab (At Qur’an) dan didirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbutan keji dan munkar.’ (AI Ankabut :45)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Dijadikan penyejuk hati didalam shalat". (HR. Ahmad dan Nasa’i).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:"Apa pendapat kalian jika di depan pintu seseorang diantara kalian terdapat sungai, di dalamnya ia mandi lima kali sehari, apakah masih tersisa kotoran dibadannya meskipun sedikit, Mereka menjawab : “tentu tidak tersisa sedikitpun kotoran di badannya". Dalam Hadis lain Beliau mengatakan: Demikian dengan shalat lima kali, dengan shalat itu Allah menghapus dosa-dosa". (HR. Bukhari dan Muslim).
‘Shalat lima kali (sehari) dan dari jum’at ke jum’at merupakan pelebur (dosa kecil yang dilakukan) diantaranya selagi tidak melakukan dosa besar". (HR. Muslim).
"sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusu’ dalam shalatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka, budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela. Barang siapa mencari dibalik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga firdaus, rnereka kekal didalamnya’. (QS: AI Mukminun . 1 - 11).

Teman karib ku (Ustadz Salahuddin) sdg bersilaturahmi.
Kemarin kulihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku semalam
Bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
Aku pun sadari, ku seg’ra berlari
Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau ‘tuk
Cepat pulang, cepat kembali
Jangan pergi lagi
Akhirnya bagai sungai yang mendamba samud’ra
Ku tahu pasti kemana ‘kan ku bermuara
S’moga ada waktu sayangku
Ku percaya alam pun berbahasa
Ada makna di balik semua pertanda
Firasat ini rasa rindukah, ataukah tanda bahaya
Aku tak peduli, ku terus berlari
Dan lihatlah sayang hujan turun membasahi
Seolah ku berair mata
Aku pun sadari engkaulah firasat hati